Selasa, 29 November 2022

SYARAT MENCARI ILMU


Upacara Hari Guru Nasional
     Ilmu merupakan cahaya bagi orang yang berilmu, karena dapat menerangi dalam segala hal, apakah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat. sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. Barang siapa mengingikan kebahagian dunia maka harus dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat juga harus dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya (dunia akhirat) maka dengan ilmu.

Ilmu dalam kehidupan ini mempunyai peranan penting dalam kehidupan, karena semua permasalahan di dunia harus menggunakan ilmu, baik ilmu yang berkaitan dengan dunia maupun yang berkaitan dengan akhirat.

Mendapat mendapatkan ilmu ada 6 syarat :

1. Pencari ilmu harus cerdik/cerdas : orang cerdas dalam artian dapat dapat memanfaatkan waktu dengan sebaiknya sehingga tidak ada waktu yang kosong tersia-siakan apakah digunakan untuk muthola'ah, untuk berdiskusi, atau munadhorah terhadap kekuarangan pada dirinya. Dengan demikian maka ia akan memilah dan memilih bagaimana cara mengisi waktu yang dimiliki sebaik-baiknya.

2. Pencari ilmu harus tekun atau bersungguh-sungguh. Untuk mendapatkan ilmu harus istiqomah dalam mencari ilmu, semakin payah mendapatkannya maka semakin banyak ilmu yang didapat oleh karenanya kesuungguhan dalam mencari ilmu sangat menentukan.

3. Pencari ilmu harus sabar. Orang yang mencari ilmu sama seperti halnya mencari rizqi terkadang didapat terkadang tidak dengan demikian diperlukan kesabaran dan pencari ilmu akan mendapatkan cobaan bermacam-macam seperti tidak sabar, kekurangan biaya, males dan lain-lain. hanya orang yang sabarlah yang akan mendapatkannya.

4. Pencari ilmu harus punya biaya: Salah satu ujian orang yang mencari ilmu yaitu biaya, karena biaya juga menentukan terhadap suksesnya mencari ilmu.

5. Pencari ilmu harus berguru. Orang yang mencari ilmu dan tidak berguru bagaikan berguru pada syetan. karena ia tidak bisa bertanya setiap ketidak pahaman terhadap ilmu tersebut. mencari ilmu harus berguru agar tidak sesat. Carilah guru yang sambung sanadnya pada Rasullullah karena beliau pewaris para Nabi/Rasul yang merawat ilmu Allah sampai akhir zaman. Maka bergurulah.

6. Penacari ilmu harus lama dalam mencari ilmu. ilmu sangat banyak dan luas dan tidak akan didapat dengan waktu yang sebentar sehingga ilmu yang dimiliki memadai.

Demikian ulasan singkat semoga bermanfaat.


Senin, 28 Maret 2022

Kurikulum Prototipe Utamakan Pembelajaran Berbasis Proyek

Mulai tahun 2022 hingga 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan tiga opsi kurikulum yang dapat diterapkan satuan pendidikan dalam pembelajaran, yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan kurikulum prototipe. Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan dari kurikulum 2013 yang mulai diterapkan pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19. Kurikulum prototipe merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, Supriyatno, mengatakan saat ini kurikulum prototipe sudah diterapkan di 2.500 satuan pendidikan yang tergabung dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan pada tahun 2021. Namun mulai tahun 2022, satuan pendidikan yang tidak termasuk sekolah penggerak pun diberikan opsi untuk dapat menerapkan kurikulum prototipe. 

“Tidak ada seleksi sekolah mana yang akan menggunakan Kurikulum Prototipe, namun yang kami lakukan hanya pendaftaraan dan pendataan. Sekolah-sekolah dapat menggunakan kurikulum prototipe secara sukarela tanpa seleksi. Baru nanti tahun 2024 Kemendikbudristek akan menetapkan kebijakan mengenai kurikulum mana yang akan dijadikan kurikulum nasional untuk pemulihan pembelajaran,” ujar Supriyatno dalam kegiatan Sosialisasi Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, Senin (17/1/2022).

Supriyatno mengatakan, salah satu karakteristik kurikulum prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Dalam kurikulum prototipe, sekolah diberikan keleluasaan dan kemerdekaan untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah. 

Pembelajaran berbasis proyek dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning). “Mereka mengalami sendiri bagaimana bertoleransi, bekerja sama, saling menjaga, dan lain-lain, juga mengintegrasikan kompetensi esensial dari berbagai disiplin ilmu,” kata Supriyatno. 

Penerapan kurikulum prototipe untuk  pemulihan pembelajaran mendapat dukungan  positif dari anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati. Dalam kesempatan yang sama, Dewi menuturkan, peserta didik maupun pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mengejar ketertinggalan dalam pembelajaran. “Seperti kata Charles Darwin, bukan yang terkuat yang menang, bukan yang terbesar yang bertahan, tetapi yang mampu beradaptasilah yang akan mampu bertahan. Kita di Bengkulu butuh adaptasi dengan waktu lebih panjang agar dapat menyerap kebijakan ini lebih baik. Jadi apa yang terbaik untuk Bengkulu nanti dapat ditambahkan dalam implementasi kurikulum prototipe,” ujarnya. 

Terkait dengan pembelajaran berbasis proyek, Dewi berharap kurikulum prototipe dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Bengkulu yang kehidupannya agraris. Dewi mengatakan, salah satu produk agraria Bengkulu yang terkenal adalah kopi. “Kita punya universitas namanya Pat Petulai. Titik beratnya di sains perkopian. Ini yang perlu didukung. Sehingga kalau kurikulumnya disederhanakan kemudian lebih mendalam pada satu bidang, maka harus memperhatikan kebutuhan lokal dan melihat pasar ke depan, apa yang dibutuhkan,” ujarnya. 

Dewi berharap, keleluasaan yang diberikan kepada pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum prototipe dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mewujudkan pembelajaran yang fokus pada kebutuhan masing-masing daerah serta memperhatikan kearifan lokal. “Sehingga anak-anak kita kalau nantinya akan melanjutkan kuliah dan kurikulumnya sudah disederhanakan, dia akan menjadi expert. Jadi dari kecil sudah fokus, lalu mengambil mata pelajaran yang relevan,” katanya. 

Penerapan Kurikulum Prototipe tidak hanya dilakukan oleh Kemendikbudristek, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Selain Kemendikbudristek dan Komisi X DPR RI, peran pemerintah daerah juga sangat penting untuk melakukan pendampingan dalam mendukung pemulihan pembelajaran.

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat, mengatakan perlu adanya percepatan untuk memulihkan proses pembelajaran. Karena itu ia sangat mengapresiasi upaya Kemendikbudristek dan Komisi X DPR RI yang melakukan kegiatan sosialisasi kurikulum untuk mendukung pemulihan pembelajaran.

Melalui kegiatan sosialisasi kurikulum, Eri berharap Kemendikbudristek dapat memberikan pencerahan dan pembinaan agar pemerintah pusat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk pemulihan pembelajaran peserta didik. “Kita menyadari betapa tertinggalnya anak kita dalam menyerap pembelajaran karena pandemi. Ini merupakan cerminan awal upaya kita dalam rangka pemulihan pembelajaran di Provinsi Bengkulu. Kalau ini kita lakukan secara bersama, saya percaya pemulihan pembelajaran di Provinsi Bengkulu akan lebih baik dan lebih maju ke depannya,” tegasnya.

Implementasi kurikulum prototipe di daerah juga akan didampingi oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), salah satu unit pelaksana teknis Kemendikbudristek yang ada di setiap provinsi. Kepala LPMP Bengkulu, Djohan Achmadi, mengatakan kurikulum prototipe bertujuan untuk mengejar ketertinggalan peserta didik akibat learning loss.  LPMP Bengkulu siap mendukung implementasi kurikulum prototipe. “Kami siap menyosialisasikan, melakukan pendampingan, dan pemantauan penerapan kurikulum prototipe di Bengkulu. Tujuan kurikulum ini adalah mengejar ketertinggalan setelah learning loss. Mudah-mudahan ini jadi satu terobosan untuk melakukan lompatan,” ujar Djohan. 

Kegiatan sosialisasi kurikulum di Provinsi Bengkulu dihadiri lebih  dari 100 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik. Para peserta merupakan pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, dan perwakilan organisasi profesi guru, seperti PGRI dan IGI yang datang dari berbagai daerah di Bengkulu. Tidak hanya dari Kota Bengkulu, sebagian besar peserta justru datang dari luar Bengkulu, seperti Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kaur, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang,  Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Seluma. 

--

Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sabtu, 26 Maret 2022

NIKMATNYA MENCARI ILMU


Ilmu adalah merupakan kebutuhan setiap muslim-muslimat untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat dan penuh dengan ridho Allah Swt.  Rasulullah sanjungan kita bersabda : Barang siapa yang ingin menggapai kebahagiaan dunia harus dengan ilmu, dan barang siapa ingin menggapai kebahagiaan akhirat juga dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin kebahagian dunia dan akhirat juga dengan ilmu.
Kalau kita telusuri terhadap setiap orang yang beriman pasti ia ingin mendapat kebagiaan dunia akhir. dan kita akan timpang dalam kehidupan kalau hanya mendapatkan salah satunya.
Allah telah mewajibkan kepada kita untuk mencari ilmu baik pria maupun wanita melalui Rasulullah dengan sabdanya :
1. Mencari ilmu itu wajib bagi semua umat islam
2. Carilah ilmu walaupun ke negeri cina
3. Carilah ilmu mulai lahir sampai keliang lahat.
dari sabda Rasulullah tersebut Allah menginginkan agar umatnya menjadi orang yang sukses dunia dan sukses akhirat.
Dalam mencari ilmu tidak akan lepas dari 6 syarat yaitu :Cerdas, thomak, Guru, murid, bekal, dan waktu yang lama, (Kitab ta'limul Muta'allim). kalau kita kutib dari syarat ini berarti guru harus selalu hadir dalam menyampaikan ilmu karena dalam mencari ilmu pasti murid akan mengalami permasalahan2 maka disitulah guru harus selalu hadir bertatap muka bersama muridnya.
Ada beberapa hal yang harus dimiiliki oleh guru dalam menyampaikan ilmu :
1. Guru harus ikhlas dalam menyampaikan ilmu.
2. Guru harus nyambung dengan gurunya sebagai wasilah keilmuannya dengan Rasullah.
3. Guru harus selalu mendo'akan muridnya agar menjadi anak sholeh/ah serta ilmunya barokah dan
     manfaat.
4. Guru harus selalu lemah lembut terhadap muridnya.
dari situlah kenikmatan dalam mencari ilmu akan mendaparkan kenikmatan dalam mencari ilmu.

Jumat, 11 Juni 2021

MIN 2 BONDOWOSO MENUJU QUR'ANI

Al Qur'an adalah firman Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. dengan tanpa huruf dan suara. Al Qur'an adalah sumber utama hukum Islam sebagai pedoman utama dalam syari'at Islam.

Surat Al 'Alaq merupakan surat dalam Al Qur'an  yang diturunkan pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan yang isinya memerintahkan kepada kita semua agar senang membaca.  Namun membaca yang pertama kali yang paling dianjurkan yaitu membaca dengan Asma Allah. Sehingga setiap memulai sesuatu dianjurkan membaca basmalah. Selain itu kita harus bisa membaca segala hal apakah itu keadaan, atau lainnya.

Bagi seseorang yang membaca Al Qur'an akan banyak sekalli pahala yang akan didapatnya karena setiap orang yang membaca Al Qur'an dalam 1 hurufnya akan diberi pahala 10 kebaikan.

Sebaik-baiknya belajar adalah belajar Al Qur'an dan sebaik-baiknya mengajar adalah mengajar Al Qur'an. oleh karena itulah MIN 2 Bondowoso ingin menuju Qur'ani dengan alasan diatas. Dan disamping itu orang yang mengajar Al Qur'an termasuk orang yang menolong agama Allah, insya Allah Allah akan menolong kepada kita dalam segala urusan.



Sabtu, 06 Maret 2021

NASEHAT SANG KYAI


"Wahai Kyai, manakah yang lebih baik, seorang beragama yang ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk,"


"Ataukah seorang yang tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama...?"


Tanya seorang santri kepada Kyainya.


سُبْحَانَ اللهْ ...


Maha Suci Allah ﷻ...


"Keduanya baik...", ujar Sang Kyai sambil tersenyum... 


"Lho, kok bisa...?", desak santri...


"Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi akan dibimbing Allah ﷻ untuk berkelakuan mulia melalui ibadahnya... 


Sedangkan orang yang baik kelakuannya itu, boleh jadi akan dibimbing Allah ﷻ melalui rahmatNya untuk semakin taat beribadah kepadaNya..."


"Terus, siapa yang lebih buruk...?" desak santri penasaran...


Air mata mengalir di pipi Sang Kyai... 


"KITA NAK...", ujar beliau dengan suara tersendat...


"Kitalah yang layak disebut buruk, sebab gemar menghabiskan waktu untuk menilai orang lain, menjelek-jelekkan orang lain, melupakan diri sendiri..."


Tangis Beliau sambil terisak...


"Padahal kelak dihadapan Allah ﷻ, kita ditanya tentang DIRI KITA bukan tentang ORANG LAIN..."


Jadi...

"Wong iku ora keno ngelek-ngelek wong liyo"; Orang itu nggak boleh menjelek-jelekkan orang lain.


Semoga Allah ﷻ Menolong kita semua dalam menjalani kehidupan yang sebentar ini...




اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نُورِكَ السَّارِي وَمَدَدِكَ الجَارِي واجْمَعْنِي بِهِ فِي كُلِّ أَطْوَارِي وَعَلىَ آلِهِ وصَحْبِهِ يَانُورْ